Setelah 99 hari berturut-turut Vietnam melaporkan tidak ada penularan kasus lokal COVID-19, kini negara tersebut melaporkan lonjakan kasus infeksi dan kematian akibat Corona. Hal ini memunculkan pertanyaan: apa yang salah?
Sebelumnya, pada minggu lalu Vietnam belum mencatat satu pun kasus kematian akibat virus Corona. Namun setelah itu, Vietnam melaporkan jumlah kematian akibat Corona mencapai 10 orang.
Vietnam menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan lockdown dan disebut sebagai salah satu wilayah yang berhasil menekan angka penularan Corona. Bahkan keputusan tersebut membuat Vietnam kala itu tidak mencatatkan adanya kasus kematian Corona.
Tetapi, lonjakan kasus baru-baru ini di kora Da Nang, Vietnam, membuat semua orang terkejut. Tidak ada yang tahu bagaimana kasus di Da Nang akhirnya menimbulkan lonjakan infeksi Corona bahkan kematian.
Saat ini ada 800 kasus di Vietnam, termasuk di ibu kota Hanoi dan Kota Ho Chi Minh, yang biasa dikenal sebagai Saigon.
Beragam analisa kemudian mulai muncul setelah kejadian tersebut. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Vietnam mengatakan jenis virus Corona yang ada di kota Da Nang, lebih menular daripada virus Corona yang ada sebelumnya.
Dikutip dari laman BBC, di Hanoi Prof Rogier van Doorn, direktur Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford, mengatakan sumber wabah terbaru ini masih menjadi "misteri besar".
Timnya bekerja sama dengan pemerintah untuk berfokus pada "pekerjaan detektif genetik" atau pengurutan genom virus yang dapat membantu memerangi rantai penularan.
Media lokal telah memuat laporan yang menunjukkan wabah terbaru mungkin disebabkan oleh jenis virus yang lebih ganas. Yang lain menunjuk pada kasus penyelundupan orang baru-baru ini di sepanjang perbatasan Vietnam-China.
Tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan jenis virus yang lebih mematikan atau bahwa para migran telah membawa virus ke negara itu.
Kemungkinan lain, kata para peneliti, adalah bahwa virus tidak terdeteksi selama bulan-bulan di mana tidak ada kasus yang dilaporkan, dan berpotensi ditularkan secara tidak bergejala di masyarakat. Atau mungkin ada kesalahan di suatu tempat selama proses karantina dengan seseorang yang dibebaskan sebelum waktunya.
Mulai Uji Klinis Hari Ini, Ini 5 Fakta Vaksin Corona Sinovac
Uji klinis vaksin Corona Sinovac di Indonesia rencananya akan dimulai hari ini, 11 Agustus, di Bandung, Jawa Barat.
Uji klinis vaksin ini dijadwalkan berjalan selama enam bulan dan ditargetkan selesai pada Januari 2021. Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap 3 lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal 1 2021 mendatang.
Selain itu, berikut 5 fakta vaksin Corona Sinovac yang sebentar lagi akan melakukan uji klinis di Indonesia.
1. Metode pembuatan vaksin
Salah satu alasan pemilihan Sinovac sebagai mitra adalah platform vaksin atau metode pembuatan vaksin yang digunakan oleh Sinovac, sama dengan kompetensi yang dimiliki oleh Bio Farma. Metode pengembangan vaksin yang dilakukan adalah metode inaktivasi.
Inaktivasi adalah metode pembuatan vaksin dengan menggunakan versi tidak aktif dari jenis virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.
2. Siapa saja yang jadi relawan?
Uji klinis vaksin Corona Sinovac rencananya akan melibatkan sekitar 1.620 relawan atau partisipan. Relawan yang mengikuti uji klinis vaksin Corona diharapkan berdomisili di Bandung berada dalam rentang usia produktif dan dalam kondisi yang sehat.
Hal tersebut dilakukan guna mempermudah proses pemantauan uji klinis vaksin selama enam bulan lebih.
"Hanya yang tinggal di Kota Bandung. Kalau luar kota mau ikut ini, pindah dulu ke Kota Bandung," kata Kusnandi di Rumah Sakit Pendidikan Unpad Jalan Eyckman nomor 38 Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).
3. Adakah efek sampingnya?
Tim Peneliti Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil mengatakan, dalam pemberian vaksin kemungkinan terdapat dua efek samping di antaranya efek lokal dan sistemik.
"Efek sampingnya dua, reaksi lokal dan sistemik. Reaksi lokal di tempat suntikan ada merah, bengkak, nyeri dalam 48 jam sudah hilang lagi," kata Kusnandi.
4. Tempat uji klinis
Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Eddy Fadlyana mengatakan, uji klinis tahap ketiga Vaksin Corona Sinovac akan dilakukan di enam tempat di Kota Bandung. Keenam tempat tersebut adalah:
1. Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad
2. Balai Kesehatan Unpad Dipatiukur, dan
3. Puskesmas Ciumbuleuit
4. Puskesmas Puskesmas Garuda
5. Puskesmas Dago
6. Puskesmas Sukaparkir.
Selain di Indonesia, uji klinis fase 3 vaksin ini juga dilakukan di Brazil dan Bangladesh.
https://indomovie28.net/arq/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar