Warga media sosial dibuat kegegeran dengan peristiwa viral, seorang dosen dari Palembang yang terciduk melakukan oral seks dengan anak remaja. Oknum dosen laki-laki berinisial RK (43) tersebut diamankan polisi karena terlibat aktivitas seks oral dengan seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun yang merupakan anak jalanan di Palembang, Sumatera Selatan.
Aksi itu diduga terjadi di sebuah pondok kecil dekat Jalan Gubernur Bastari, pukul 23.30 WIB, Kamis (13/8). RK mengaku, kalau dirinya telah melakukan aksi cabul atau oral sex dengan remaja yang berusia 14 tahun. RK diduga bukan pertama kalinya melakukan aksi seks oral dengan anak jalanan. Ia juga memberi uang kepada remaja laki-laki tersebut berkisar Rp 20-25 ribu.
Menurut seksolog dr Heru Oentoeng, M Repro, SpAnd, dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, peristiwa tersebut tidak bisa dikatakan sebagai pedofilia. Hal ini dikarenakan korban pedofilia biasanya belum mengalami pubertas dan usianya tergolong masih kecil.
"Kalau anak berusia 14 tahun, artinya sudah remaja. Ia tentu mengerti aktivitas seksual dan sudah mengalami pubertas, salah satunya seperti tumbuh bulu-bulu halus pada area tertentu," ujar dr Heru saat dihubungi detikcom, Jumat (14/08/2020).
dr Heru menyampaikan bahwa kemungkinan RK memiliki homoseksual atau ketertarikan dengan sesama jenis. Usia 14 tahun disebut adalah masa-masanya seseorang terlihat subur dan menarik.
Selain itu, dr Heru mengungkapkan kemungkinan lain RK memilih anak jalanan dan bukan pekerja seks. Menurutnya, risiko penyakit menular seksual pada pekerja seks jauh lebih tinggi ketimbang dengan anak jalanan.
Selain Masker Exhaust, Masker Kain Seperti Ini Sebaiknya Juga Dihindari
- Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperbaharui pedomannya terkait penggunaan masker. CDC mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan masker exhaust atau masker yang memiliki ventilasi dan katup.
"Masker dengan katup atau ventilasi satu arah memungkinkan udara yang dihembuskan keluar melalui lubang. Hal ini memungkinkan percikan pernapasan yang dihembuskan dapat mencapai orang lain dan berpotensi menyebarkan virus COVID-19," tulis CDC.
Terkait hal ini, ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, mengatakan sebaiknya masyarakat menggunakan masker kain saja dalam beraktivitas sehari-hari. "Masker kainnya yang tiga lapis dan lebih baik sebenarnya yang berbahan katun, karena dia memiliki pori yang lebih rapat, daripada bahan-bahan lain," kata dr Diah kepada detikcom, Jumat (14/8/2020).
dr Diah menjelaskan masker kain yang menggunakan bahan lain bisa jadi tidak memiliki pori-pori serapat katun. Selain itu hindari juga masker kain yang banyak lipatan karena akan meningkatkan risiko masker 'menangkap' kuman penyebab penyakit.
"Karena setiap lekukan itu kan bisa menampung kuman dari luar, makanya kebersihannya harus dijaga," tuturnya.
Anggota IDI Jabar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jawa Barat ikut serta berpartisipasi aktif dalam membantu uji klinis vaksin virus Corona COVID-19. Saat ini, beberapa anggota IDI bersama dengan relawan lainnya sudah mendapatkan penyuntikkan vaksin di lima tempat uji klinis.
Ketua IDI Jabar Eka Mulyana mengatakan, ajakan menjadi relawan sudah dilakukan sejak bulan Juli 2020 lalu. Adapun tujuannya mengajak dokter-dokter menjadi relawan agar proses pencapaian dan uji klinis vaksin dapat berjalan cepat.
"Motivasi kami sebetulnya ingin membantu dalam peranan yang tidak besar untuk ikut berperan aktif penanggulangan pandemi ini. Salah satunya sebagai relawan uji vaksin. Dari 1.620 relawan yang diuji di Bandung ini untuk kepentingan 200 jutaan penduduk di Indonesia," kata Eka saat dihubungi detikcom, Jumat (14/8/2020).
Eka yang biasa turun langsung dalam penanganan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Subang juga ikut mendaftar sebagai relawan. Dia mengaku, setelah penyuntikkan vaksin hari ini di Puskesmas Ciumbuleuit, dirinya bersama relawan lain tidak mengalami efek samping.
"Alhamdulillah saya pribadi mengikuti tidak terjadi efek samping. Kalau saya kebetulan di Puskesmas Ciumbuleuit hari ini visit ke-1 suntik vaksin. Sama sekali tidak ada kekhawatiran untuk itu (suntik vaksin) karena kita dapat beraktifitas seperti biasa," ujarnya.
https://indomovie28.net/x-men-days-of-future-past/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar