Senin, 17 Agustus 2020

Viral Istri Diceraikan karena Hiperseks, Ini Frekuensi 'Normal' Bercinta

Menjaga frekuensi bercinta merupakan salah satu kunci mempererat keharmonisan rumah tangga. Namun, tak jarang masalah frekuensi ini menjadi kekhawatiran bahkan konflik bagi pasangan suami-istri.
Contohnya kasus istri di Tulungagung yang diceraikan suami karena bisa meminta bercinta sampai sembilan kali dalam sehari. Kasus ini ramai diperbincangkan akibat sang istri disebut mengalami masalah hiperseksual.

Seksolog dr Heru H. Oentoeng, MRepro, SpAnd, dari RS Siloam Kebon Jeruk, mengatakan sebetulnya tidak ada batas normal frekuensi bercinta. Ini karena setiap pasangan bisa memiliki frekuensi berbeda-beda.

"Nggak ada dikatakan normal, nggak normal, yang penting mau sama mau. Jadi kita nggak ngomongin normal nggak normal ya, tapi dalam kehidupan rumah tangga hubungan seksual itu seolah-olah kaya transaksi. Jadi yang penting sama-sama mau, maksudnya gini keinginan si istri berapa kali, keinginan suami berapa kali," jelas dr Heru saat dihubungi detikcom Minggu (16/8/2020).

Umumnya, rata-rata pasangan suami-istri melakukan bercinta yaitu dua sampai tiga kali dalam seminggu. Tetapi, ada momen tertentu pasangan suami-istri bercinta melebihi rata-rata seperti saat bulan madu dan hal ini sangat normal.

"Dalam kondisi tertentu, kaya lagi bulan madu satu, hari tujuh kali itu enggak apa-apa. Nggak masalah dan bukan kategori hiperseksual saat itu. Nah, hiperseksual kalau tujuh kali mintanya terus-terusan kalau nggak dipenuhi terus ngamuk-ngamuk," ucapnya.

Tak masalah jika pasangan memiliki frekuensi bercinta bisa lebih dari dua sampai tiga kali dalam seminggu. Kuncinya semua bisa dikomunikasikan dengan baik dan tidak menyebabkan konflik.

5 Manfaat Seks Setelah Bertengkar dengan Pasangan

 "Setelah ada badai pasti ada pelangi," kata-kata tersebut terdengar klise, namun benar adanya. Seperti pertengkaran antar pasangan dan bisa kembali rukun karena seks.
"Banyak komunikasi adalah nonverbal, dan bisa kembali berjalan baik lewat sentuhan. Selain itu, orang yang setelah bertengkar melakukan seks bisa kembali hangat," ujar pakar seks Lauren Brim, seperti dikutip dari Womens Health Magazine.

Inilah lima manfaat seks setelah bertengkar dengan pasangan:

1. Mengingatkan Kembali Keintiman
Saat bertengkar dengan pasangan, sangat mudah untuk melupakan cinta yang dimiliki. Tapi dengan memunculkan gairah seks meski di masa yang sulit memiliki pengaruh yang kuat untuk pernikahan.

"Seks setelah bertengkar mengingatkan pasangan apa yang spesial, unik dan penting dalam hubungan," ujar pakar seks Lisa Marie Bobbi.

2. Mendekatkan Diri dengan Pasangan
Berhubungan intim setelah berargumentasi dengan pasangan bisa terasa lebih menggairahkan. Di momen ini, kamu dan pasangan bisa kembali mendekatkan diri setelah suasana memanas.

"Seks setelah bertengkar adalah cara yang ampuh untuk kembali terhubung. Seks membuat kita kembali pada nilai hubungan," ujar Brim.

3. Bisa Membuat Lebih Tenang
Jika komunikasi verbal menjadi cara yang paling efisien untuk mencapai pemahaman, Brim menambahkan bahwa keintiman fisik juga berperan penting untuk menyembuhkan dan menenangkan. Kadang pasangan tidak mampu langsung menemukan solusi, dan hal tersebut wajar. Mungkin yang dibutuhkan kamu dan pasangan pada saat itu adalah melepas stres terlebih dahulu dengan seks.
https://indomovie28.net/joker-game/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar