Tidak seperti negara-negara lain, Vietnam sudah mulai mengambil langkah-langkah pencegahan COVID-19 sebelum adanya kasus di awal maret dengan menutup perbatasan. Hal ini disebut jadi salah satu kunci yang membuat Vietnam dianggap berhasil mengendalikan wabah.
Selama tiga bulan terakhir Vietnam dinyatakan bebas dari virus COVID-19. Tetapi, baru-baru ini kasus virus COVID-19 dilaporkan kembali muncul di Vietnam.
Ilmuwan dan peneliti di seluruh negeri mencari tahu bagaimana hal itu bisa terjadi. Direktur Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford, Prof Rogier Van Doorn, mengatakan bahwa penularan virus COVID-19 di Vietnam masih menjadi sebuah 'misteri besar'.
Dari mana kasus baru ini masih menjadi teka-teki, media lokal membuat laporan bahwa penularan virus COVID-19 kali ini disebabkan oleh jenis virus yang lebih ganas. Tetapi, ada yang mengatakan bahwa terdapat kasus penyelundupan orang yang menerobos perbatasan Vietnam-China.
Apa penyebab sebenarnya?
Ahli epidemiologi dan peneliti di Burnet Institute, Prof Michael Toole, mengatakan virus COVID-19 hanya butuh sedikit celah masuk untuk kemudian menyebar begitu cepat.
Sebuah penelitian menduga bahwa sebenarnya virus sudah bersirkulasi di Vietnam selama berbulan-bulan. Kemungkinan, virus menyebar dari orang tidak bergejala sehingga kasusnya tidak terdeteksi atau bisa juga dari pasien yang terlalu dini dikeluarkan dari isolasi karena dianggap sudah sembuh.
"Ada bukti [virus] telah beredar di Da Nang selama beberapa minggu sebelum kasus pertama didiagnosis," kata Dr Justin Beardsley, dosen senior penyakit menular di Universitas Sydney.
Namun sejauh ini belum ada yang tahu pasti penyebab kasus pertama kembalinya wabah pada seorang pria berusia 57 tahun di Da Nang. Pria tersebut diketahui memang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif COVID-19.
Hingga akhir Juli, Vietnam melaporkan 400 kasus baru COVID-19 sehingga totalnya sudah di atas 780 kasus. Wakil Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Truong Son, memprediksi jumlah pasien yang terinfeksi virus COVID-19 akan terus meningkat.
3 Hal Yang Perlu Kamu Lakukan Jika Terbangun dengan Sakit Perut Pagi Ini
Jika kamu terbangun pagi ini gara-gara sakit perut. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Apa sih yang perlu kita lakukan jika sakit perut saat terbangun di pagi hari?
Penyebab sakit perut kadang sulit dikenali. Namun jika sakitnya terasa pada perut bagian bawah, bisa jadi kamu mengalami sindrom iritasi usus. Langkah pertama yang dilakukan adalah segera pergi ke toilet. Biasanya jika kamu sudah buang air besar, rasa sakitnya akan sangat berkurang.
Berikut 5 hal yang perlu kamu lakukan jika terbangun dengan sakit perut di pagi ini, dikutip dari The Healthy:
1. Kurangi Konsumsi Kopi
Kalau penyebab sakit perutmu adalah asam lambung, coba untuk kurangi konsumsi kopi. Jika kamu terbiasa minum dua cangkir kopi setiap pagi, cobalah untuk menguranginya. Kafein termasuk minuman yang mengganggu pencernaan. AKibatnya, usus bekerja lebih keras sehingga menyebabkan diare.
2. Konsumsi obat alami
Mengonsumsi obat alami bisa meringankan rasa nyeri perut yang disebabkan karena kembung. Contohnya, jika masalahnya karena asam lambung kamu bisa mengonsumsi daun mint.
3. Pastikan kamu nggak keracunan makanan
Pastikan kamu tak sakit perut karena keracunan makanan. Cek keluarga, atau teman dekat yang makan bersama saat makan malam, apakah mereka merasakan hal yang sama. Jika iya, kamu wajib untuk segera pergi ke dokter memastikan penyebab kondisi sakit perutmu.
https://nonton08.com/vampire-vs-vampire/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar