Seberapa sering kamu mengganti seprai tempat tidur dalam satu bulan? Hal seperti mengganti seprai sangat sering diabaikan oleh beberapa orang.
Padahal dengan rutin mengganti seprai dapat mencegah kita terkena penyakit kulit yang disebabkan oleh sel kulit mati yang berada di seprai. Sel kulit mati tersebut dapat memicu pertumbuhan bakteri, jamur dan kutu di seprai.
Melansir dari Cosmopolitan, ini adalah beberapa bahaya bagi kesehatan jika kamu malas mengganti seprai.
1. Jerawat
Tidur dengan make-up adalah hal yang sangat tidak disarankan karena make-up akan menempel pada seprai dan dapat mengakibatkan dampak buruk pada wajah kamu.
Dampak buruk yang dapat terjadi seperti tanda-tanda penuaan, inflamasi, dan infeksi pada kulit.
2. Iritasi kulit dan ruam
Selain memicu jamur dan kutu, seprai kotor juga dapat menyebabkan iritasi kulit. Hal ini disebabkan oleh sisa-sisa produk yang kita kenakan akan menempel di seprai dan memicu gejala-gejala iritasi dan ruam.
Risiko ini akan semakin besar bila kita memiliki bakat alergi.
3. Infeksi jamur atau bakteri
Seprai yang kotor adalah tempat bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Konsekuensinya, kita yang tidur di atasnya bisa mengalami infeksi di kulit.
4. Kutu busuk
Saat tidur, pernahkah kamu merasa gatal-gatal? apalagi tidur di kasur yang seprainya tidak diganti.
Kemungkinan besar hal ini adalah ulah kutu busuk yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Mereka bisa berkembang biak dengan cepat di seprai kasur yang kotor.
5. Alergi
Jika kamu memiliki alergi, maka bakteri dan jamur yang ada pada seprai kotor dapat memperburuk alergimu.
Jadi, tidak ada salahnya untuk mulai rajin mengganti seprai tempat tidur kamu seminggu sekali. Meskipun sering dianggap sepele, tapi malas mengganti seprai dapat membahayakan kesehatanmu.
Ada 11 Ruang Isolasi di RSPI Sulianti Saroso, Kenapa Disisakan 2?
Saat ini 9 pasien virus corona COVID-19 dirawat di Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPI) Sulianti Saroso. Hal ini membuat ruangan isolasi yang berkapasitas 11 orang hanya tersisa 2 ruangan saja yang kosong.
"Sampai siang ini, pasien yang dirawat ada 9 dari kapasitas 11 ruangan. Jadi ada 2 ruangan cadangan," ujar Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, SpP, di RSPI-SS, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (6/3).
Menurut dr Syahril dua ruangan yang disebut sebagai cadangan itu tidak boleh diisi semua. Salah satu dari ruangan itu khusus untuk pasien yang memang memerlukan perawatan ventilator atau alat bantu pernapasan.
"Lho yang satu ini kan nggak boleh diisi kalo dia nggak pakai ventilator. Karena suatu saat ada yang mendadak mau pakai itu, ya harus ke ruangan itu," jelasnya.
Satu ruangan isolasi yang dikhususkan untuk pasien dengan ventilator harus selalu siap sedia. Jika diisi dengan pasien yang tidak terlalu membutuhkannya, bisa berbahaya bagi nyawa pasien tersebut.
Untuk satu ruangan lainnya, dr Syahril mengatakan bisa diisi tapin untuk pasien yang memang benar-benar membutuhkannya. Ia menyarankan untuk mengalihkannya ke 8 rumah sakit rujukan lainnya.
"Ya lebih baik dirujuk ke rumah sakit lainnya, yang sama-sama bagus juga," imbuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar