Pada 1981, Bill Gates yang saat itu berusia 26 tahun menciptakan suatu game komputer simpel. Game ini bernama 'Donkey.bas', dan kini bisa dimainkan di App Store.
Donkey pada dasarnya adalah permainan mengemudi arcade jadul di mana pemain mengarahkan mobil balap digital menyusuri jalan raya lurus yang dipenuhi keledai. Tujuan dari permainan ini adalah untuk menghindari menabrak keledai. Semakin lama kamu bisa pergi tanpa memukul keledai, semakin banyak poin yang kamu dapatkan.
Gates menulis pemrograman game ini dengan salah satu karyawan pertama Microsoft, programmer sistem Neil Konzen. Dalam pidatonya pada tahun 2001, Gates mengatakan bahwa ia dan Konzen menulis pemrograman game di suatu hari yang dimulai pada pukul 04.00 pagi.
Fakta lainnya, Gates dan Konzen menciptakan permainan ini ketika Microsoft baru berusia enam tahun, yang mana didirikan pada tahun 1975.
Meskipun game ini tampaknya sangat sederhana menurut standar game modern, pengembang aplikasi XVision membangkitkan Donkey.bas pada 2012 untuk menghadirkan game lawas itu ke perangkat seluler yang menjalankan iOS Apple.
Sekarang, game ini tersedia di Apple App Store hanya dengan USD 99 sen, dan dapat dimainkan di iPhone, iPad, iPod touch, atau Apple TV. Demikian melansir CNBC.
Studi Baru Temukan Corona Mampu Menginfeksi Otak dan Mereplikasi Diri
Virus Corona COVID-19 disebut mampu menginfeksi otak dan mereplikasi diri. Bahkan studi baru mengatakan jumlah virus Corona meningkat sepuluh kali lipat dalam tiga hari.
Penelitian baru, yang berada di bawah tinjauan sejawat di jurnal Altex tetapi belum dipublikasikan, melihat efek neurologis potensial dari COVID-19. Para peneliti menyuntikkan virus ke otak buatan di laboratorium, dikembangkan dari sel induk manusia, demikian laporan Financial Times.
"Sangat penting untuk mengetahui bahwa organ kita yang paling berharga dapat secara langsung dipengaruhi oleh virus Corona," kata Thomas Hartung, seorang profesor di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, dikutip dari New York Post.
Hartung dan timnya menemukan begitu virus Corona memasuki neuron di otak buatan, virus Corona mereplikasi dirinya sendiri. Tingkat virus Corona juga ditemukan naik 10 kali lipat hanya dalam tiga hari.
Namun, penelitian itu tidak dapat membuktikan apakah virus dapat melewati sawar darah otak yang mampu melindungi organ terhadap banyak virus, bahan kimia, serta sering mencegah infeksi. Meskipun otak buatan di laboratorium memiliki kemiripan dengan yang asli, mereka tidak memiliki penghalang darah otak.
"Apakah virus SARS-CoV-2 melewati penghalang ini belum ditunjukkan, tetapi diketahui bahwa peradangan hebat, seperti yang diamati pada pasien COVID-19, membuat penghalang itu hancur," kata Hartung kepada surat kabar.
Lebih banyak penelitian tentang dampak neurologis virus dapat memiliki implikasi penting untuk merawat pasien Corona. Jika virus Corona menginfeksi otak, obat-obatan tertentu tidak akan efektif karena beberapa tidak dapat melewati penghalang darah.
https://indomovie28.net/slither-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar