Dua WNI yang pertama kali diumumkan Presiden Jokowi positif Covid-19 identitasnya terungkap ke publik. Belakangan diketahui WNI tersebut tertular dari WN Jepang di suatu kegiatan dansa.
Namun alih-alih fokus pada penularan virus corona, sebagian kalangan justru membuat tudingan miring tentang kegiatan dansa. Narasi yang beredar menyebut dansa sebagai kegiatan negatif. Hal ini pun disayangkan oleh salah satu atlet dansa yang tergabugn dalam Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI), Titanno Bayuseto Dahono.
"Kita jangan menganggap suatu kegiatan itu buruk. Pertama karena yang namanya dansa itu langsung terstigma kalau dansa itu adalah hiburan, senang-senang, segala macam," ungkapnya saat ditemui detikcom di sela-sela latihan olahraga dansa di kawasan Jakarta Selatan, pada Sabtu (7/3/2020).
Menurut Titan, sapaannya, orang-orang yang mengikuti social dance dalam sebuah kelompok dansa ini umumnya merupakan orang-orang profesional. Tidak seperti yang tergambar dalam tudingan miring, bahwa penarinya 'dibayar'.
"Mereka pun yang ikut social dance itu pun isinya guru-guru yang berkualitas, yang sudah ngajar secara internasional, yang sudah punya prestasi di luar negeri," jelas Titan, yang turut memperkuat Timnas Dance Sport Indonesia di SE Games 2019 yang lalu.
Saran Dokter Jiwa bagi Ortu Jika Anak Punya Ciri-ciri Psikopat
Munculnya kasus seorang Anak Baru Gede (ABG) yang membunuh bocah berusia 5 tahun menjadi perhatian banyak orang. Hal ini berkaitan dengan dugaan anak tersebut mengalami gangguan jiwa.
Sebelumnya diberitakan, dr Andri, SpKJ, FAPM, psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera menjelaskan beberapa hal yang menjadi tanda atau ciri-ciri anak yang memiliki 'bakat' untuk psikopat atau sosiopat, meski tidak bisa sepenuhnya berlaku secara umum.
Beberapa tanda di antaranya adalah perilaku kasar pada anak, anak suka menyakiti binatang, cenderung tidak senang bersosialisasi, dan anak memiliki perilaku sinis maupun abusif. Lalu bagaimana jika anak memiliki tanda-tanda seperti itu?
"Kita bisa membawa ke profesional di bidang kesehatan jiwa seperti seorang psikolog maupun psikiater dan melakukan intervensi segera pada anak-anak seperti ini karena kita ingin mencegah terjadinya kondisi tersebut," jelasnya, dikutip dari akun Youtube-nya Andri Psikosomatik, Minggu (8/3/2020).
"Saya tahu juga mungkin banyak hal yang tidak bisa dilakukan misalnya pada anak-anak jalanan anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya anak-anak yang mempunyai kekurangan dalam support, anak-anak yang mempunyai kekurangan di dalam support system yang baik di dalam paraktik kesehariannya, ini juga menjadi salah satu tantangan untuk orang tua, guru, dan juga untuk pemerintah," lanjutnya.
Kasus 5 Virus Corona RI dari 'Kluster' Jakarta, Apa Sih Artinya?
Bertambah lagi, kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia kini menjadi 6 orang. Kasus 6 disebut bekerja sebagai ABK Diamond Princess sedangkan kasus 5 dari kluster Jakarta.
"Hari ini dari hasil (pemeriksaan). 2 kasus positif. Yang pertama kasus 5 laki-laki 55 tahun. Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari kasus kluster Jakarta," kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Minggu (8/3/2020).
Apa sih yang dimaksud dengan kluster Jakarta? Perkembangan situasi virus corona memang menghadirkan banyak sekali istilah teknis, salah satunya adalah 'kluster'.
Dikutip dari CNN, berikut ini beberapa istilah teknis seputar virus corona dan artinya.
1. Kluster atau cluster
Kluster penyakit atau kluster infeksi adalah satu kelompok dengan satu kejadian kesehatan yang sama, yang terjadi dalam area dan waktu yang sama. Kluster Jakarta yang dimaksud dalam kasus 5 adalah kelompok kasus yang terhubung dengan kasus 1,2, 3, dan 4.
2. Community spread
Community spread merupakan persebaran penyakit dalam satu area tertentu, yang tidak diketahui pasti kapan dan bagaimana seseorang tertular. Penularan dalam community spread lebih tidak spesifik dan sulit dilacak dibandingkan persebaran dalam kluster.
https://cinemamovie28.com/cast/katie-oliver/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar