Baru-baru ini viral di media sosial soal mahalnya biaya perawatan pasien virus Corona COVID-19. Warganet ramai menyoroti unggahan seorang survivor COVID-19 dalam sebuah utas di Twitter yang menunjukkan total biaya perawatan pasien Corona ternyata mencapai puluhan juta rupiah.
Saat dikonfirmasi detikcom, Juno (35) membenarkan unggahannya tersebut. Namun ia meluruskan, biaya yang ia keluarkan senilai 70 juta rupiah adalah total dari pertama kali ia belum dinyatakan positif virus Corona karena hasil swab belum keluar.
Selesai menjalani perawatan selama 9 hari di rumah sakit swasta kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ia diperbolehkan pulang tetapi belum mendapatkan hasil tes swab. Hasil baru keluar saat ia sudah kembali ke tempat kostnya.
Hasil tes swab menunjukkan dirinya positif Corona, beruntung ia mendapat rekomendasi dari salah satu dokter di RS rujukan COVID-19 untuk segera dirawat di sana. Akhirnya Juno pun menjalani hari-harinya melawan Corona di RS Wisma Atlet selama sebulan penuh.
"Kemudian kalau misalkan di RS Wisma Atlet selama sebulan di rumah sakit itu gratis semuanya, selama sebulan itu saya gratis. Mendapatkan fasilitas, pengobatan, dan lain-lain itu gratis saya nggak bayar apapun," ujar Juno saat dihubungi detikcom Kamis (11/6/2020).
"Kalau di RS swasta yang di awal sebelum ke RS Wisma Atlet dan sesudah ke Wisma Atlet itu total saya menghabiskan 70 juta, dan itu dicover sama asuransi saya. Dan itu hanya sifatnya pengobatan ya, ibaratnya saya cuma numpang nginep doang, karena ya saya nggak ada tindakan apapun karena memang Puji Tuhan nggak ada sesak napas atau hal-hal yang begitu mengkhawatirkan gitu ya," lanjutnya.
Juno mengaku ia membagikan total biaya perawatan Corona agar masyarakat lebih peduli untuk menjaga diri dari virus Corona COVID-19. Terlebih saat beberapa orang ada yang mulai meragukan fakta dari virus Corona COVID-19.
"Disangka dokter membuat bisnis lah di balik peristiwa ini, rumah sakit mengada-ngada, dan sempat ada kejadian juga satu orang yang sebelumnya nggak percaya COVID-19 itu baru percaya setelah saya kasih lihat bukti surat saya dinyatakan positif Corona," pungkasnya.
Melalui sebuah utas di Twitter, yang kemudian menjadi ramai diperbincangkan. Ia mewanti-wanti orang yang masih menyepelekan virus Corona COVID-19.
"Kalo ada tmn/kenalan kalian yg bkeliaran di luar tnp masker dan ga soc distancing sodorin tagihan ini aja. Udah siap bayar biaya2nya kalo kena Covid?" tulis Juno dalam akun twitternya @jtuvanyx.
Kelas Standar BPJS Kesehatan Kemungkinan Mulai di Akhir Juni
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berharap penghapusan kelas BPJS Kesehatan bisa terwujud pada kuartal II tahun ini. Artinya pada sekitar akhir bulan Juni hanya akan ada satu kelas standar untuk seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Sesuai dengan Pasal 23 ayat (4) soal kelas standar, maka Kemenkes sudah melakukan progress tata kelola sistem layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dasar kesehatan [KDK]. Diharapkan akhir kuartal II ini [tahun 2020] sudah bisa terwujudkan," kata Terawan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (11/6/2020), seperti dikutip dari CNBC Indonesia.
Menkes Terawan mengatakan Kementerian Kesehatan sudah menyelesaikan draft paket manfaat mengacu kajian akademik JKN. Ia menegaskan paket manfaat ini tetap mengingat kebutuhan kritis dan kebutuhan dasar kesehatan.
"Tidak bermaksud untuk menurunkan manfaat yang diterima masyarakat, tapi mengoptimalkan asas JKN dengan mengurangi manfaat yang bersifat sesuai treatment, dengan prinsip-prinsip asuransi sosial," ujarnya.
Sebelumnya, anggota DJSN Muttaqien mengatakan penerapan kelas standar JKN ini merupakan upaya untuk menegakkan prinsip equitas yang tertuang dalam amanat UU Nomor 40 Tahun 2004 Pasal 23 Ayat (4). Harapannya setiap peserta BPJS Kesehatan bisa menikmati layanan kesehatan yang sama dan tidak dibedakan lagi berdasarkan kemampuan ekonomi.
https://kamumovie28.com/pertaruhan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar