Sudah lebih dari 1.000 orang meninggal akibat wabah virus corona Wuhan (2019-nCoV) global. Jumlah orang yang terinfeksi virus ini melebihi angka 42 ribu pasien. Namun hingga saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif di Indonesia.
Sebuah penelitian memprediksi virus corona sudah masuk ke Indonesia, namun tidak terdeteksi. Meski begitu, perwakilan dari WHO, dr Vinod Kumar menegaskan semua prosedur dan praktik yang dilakukan di Indonesia sudah sesuai dengan guideline.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Anung Sugihantono Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun menjelaskan kemungkinan virus corona baru belum masuk Indonesia.
"Ini mungkin ya, karena ilmiahnya masih harus dibuktikan. Mungkin memang kita mempunyai kekebalan tertentu pada penyakit tertentu. Imunitas kita berbeda pada penyakit tertentu," katanya saat ditemui di Gedung Layanan Badan Litbangkes, Selasa (11/2/2020).
Ia juga menyebutkan data terbaru terkait 78 WNI yang ada di kapal pesiar Jepang dinyatakan negatif.
"Jadi maksud saya mari kita berpikir secara rasional, ini ada di dalam satu kapal loh kalau WNI kita yang ada di Wuhan itu masih satu provinsi luas banget. Tapi di dalam satu kapal, seminggu di situ, sudah ada yang sakit di situ, kalau ngomong (penularan melalui) airbone kira-kira sakit semua gak. Kalau ngomong droplet ini ada yang office boy ada waitress, mestinya saya ngelayani ke kamar (tertular), masih banyak yang harus kita pelajari, mesti bijak lah," jelasnya.
Jangan Salah Berobat! Dokter Gigi Ternyata Ada Beragam Spesialis
Makanan yang setiap hari kita makan akan meninggalkan sisa di mulut seperti lidah dan gigi. Sisa makanan di lidah dapat membuat mulut beraroma tak sedap. Sementara jika makanan di gigi akan berakibat kekeroposan lapisan gigi yang menyebabkan rasa sakit.
Pengobatan sakit gigi pun bisa dilakukan sendiri atau dengan memeriksanya ke dokter. Biasanya kalau rasa sakit masih wajar bisa ditangani dengan membuat obat alami. Namun ketika rasa sakitnya sudah mengganggu aktivitas dan menyebabkan pembengkakan, maka harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter ahli.
Perlu diketahui juga, dokter ahli atau dokter gigi spesialis ada beragam macamnya. Oleh karena itu sebelum memeriksanya ke rumah sakit dan meminta bantuan dokter gigi spesialis, maka perlu diketahui dahulu dokter gigi spesialis apa yang tepat untuk gejala sakit gigi yang dialami. Berikut ini daftarnya:
1. Dokter Gigi Spesialis Konservasi: menangani sakit gigi yang berdenyut atau bengkak di sekitar gigi, perawatan saluran akar, perawatan gigi estetik dan penambalan gigi.
2. Dokter Gigi Spesialis Prosthodonti: pembuatan gigi tiruan atau biasa disebut gigi palsu, mahkota dan jembatan (crown and bridge), serta implant gigi.
3. Dokter Gigi Spesialis Orthodonti: memperbaiki struktur gigi dan rahang dengan pemakaian alat ortho atau biasa disebut behel gigi atau kawat gigi baik yang lepasan maupun cekat.
4. Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut: pencabutan gigi bungsu atau operasi gigi bungsu, cabut gigi bermasalah, pengangkatan kista atau tumor gigi.
5. Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak: menangani keluhan pada gigi dan masalah tumbuh kembang gigi anak. Merawat gigi bolong atau tambal gigi anak dan cabut gigi anak
6. Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi: melakukan foto Rontgen Gigi dan menginterpretasi hasil Rontgen sebagai dasar diagnosa dan perawatan gigi lanjutan.
7. Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut: menangani lesi atau keluhan pada daerah mulut seperti sariawan, infeksi jamur dan virus, lidah yang berwarna putih, benjolan pada daerah mulut.
8. Dokter Gigi Spesialis Periodonti: merawat gusi dan tulang yang menyangga gigi seperti masalah gigi goyang, karang gigi, gusi yang turun, pembedahan estetik pada gusi, serta pemasangan implant gigi.
https://nonton08.com/high-strung/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar