Rabu, 19 Agustus 2020

Mematikan AC dan Buka Jendela Dianggap Mampu Kurangi Penyebaran Virus Corona

Selain selalu mencuci tangan dan menjaga kebersihan, peneliti sebut mematikan AC dan membuka jendela serta pintu secara berkala untuk mendapatkan sirkulasi air yang baik mampu mengurangi risiko tertular virus corona 2019-nCoV.
Mengutip Strait Times, studi sebelumnya telah banyak menyebut bahwa virus mampu bertahan di suhu udara dingin, rendah, dan kering. Karenanya banyak yang menganggap iklim negara tropis seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura tidak cocok untuk perkembangan virus corona.

Kepala Ilmuwan Kesehatan Departemen Kesehatan Singapura (MOH) Profesor Tan Chorh Chuan mengatakan bahwa kemungkinan persistensi virus di luar rumah lebih rendah, sebab kebanyakan rumah di Singapura memakai AC yang membuat suhu sekitar menjadi lebih dingin.

"Sebagian besar studi menyebut mereka (2019-nCoV) tidak bertahan baik di lingkungan panas dan lembab. Artinya lebih dari 30 derajat celcius, dan dengan tingkat kelembaban 80 persen," katanya.

Para ahli menyarankan bahwa cara lain untuk mengurangi penyebaran penyakit adalah dengan menjaga jendela dan pintu tetap terbuka. Sinar ultra-violet dan panas dari matahari juga disebut bisa membunuh virus.

"Menggunakan AC adalah suatu keharusan di Singapura, terlebih kalau cuaca sedang panas. Tapi ruangan tertutup yang tidak terlalu lembab dan dingin bisa menjadi penyebab penyakit pernapasan," pungkas Ketua Program Penyakit Menular di Universitas Nasional Singapura (NUS), Professor Hsu Li Yang.

Korban Tembus 1.000 Jiwa, Indonesia Diklaim Masih Bebas Virus Corona

Sudah lebih dari 1.000 orang meninggal akibat wabah virus corona Wuhan (2019-nCoV) global. Jumlah orang yang terinfeksi virus ini melebihi angka 42 ribu pasien. Namun hingga saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif di Indonesia.
Sebuah penelitian memprediksi virus corona sudah masuk ke Indonesia, namun tidak terdeteksi. Meski begitu, perwakilan dari WHO, dr Vinod Kumar menegaskan semua prosedur dan praktik yang dilakukan di Indonesia sudah sesuai dengan guideline.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Anung Sugihantono Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun menjelaskan kemungkinan virus corona baru belum masuk Indonesia.

"Ini mungkin ya, karena ilmiahnya masih harus dibuktikan. Mungkin memang kita mempunyai kekebalan tertentu pada penyakit tertentu. Imunitas kita berbeda pada penyakit tertentu," katanya saat ditemui di Gedung Layanan Badan Litbangkes, Selasa (11/2/2020).

Ia juga menyebutkan data terbaru terkait 78 WNI yang ada di kapal pesiar Jepang dinyatakan negatif.

"Jadi maksud saya mari kita berpikir secara rasional, ini ada di dalam satu kapal loh kalau WNI kita yang ada di Wuhan itu masih satu provinsi luas banget. Tapi di dalam satu kapal, seminggu di situ, sudah ada yang sakit di situ, kalau ngomong (penularan melalui) airbone kira-kira sakit semua gak. Kalau ngomong droplet ini ada yang office boy ada waitress, mestinya saya ngelayani ke kamar (tertular), masih banyak yang harus kita pelajari, mesti bijak lah," jelasnya.
https://nonton08.com/black-ransom/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar