Seorang wanita yang berasal dari Gujarat, India, yang bernama Geeta Parmar ditangkap karena dituduh sebagai penyebab suaminya bunuh diri. Padahal saat kejadian tersebut Geeta sendiri sedang tidak bersama suaminya.
Seperti dikutip dari Mirror, ibu dari suaminyalah yang menuduh Geeta sebagai penyebab dari kematian anaknya, Surendrasinh, yang meninggal sekitar sebulan yang lalu. Ibu dari suaminya itu yang kemudian melaporkan wanita 32 tahun itu ke pihak kepolisian karena telah 'menolak untuk berhubungan seks dengan suaminya' sehingga menyebabkan sang suami stress dan bunuh diri.
Geeta dituduh telah 'memberikan dorongan untuk bunuh diri' kepada suaminya, Surendrasinh. Karena tuduhan tersebut, polisi lalu menangkap dan menahan Geeta.
Ibu dari Surendasinh, Muli, mengatakan kepada polisi bahwa pasangan tersebut, Geeta dan Surendasinh sudah tidak tidur bersama.
Ibu mertuanya menyalahkan wanita berusia 32 tahun itu atas tragedi tersebut, dan dia ditangkap oleh polisi di Gujarat, lapor Times of India.
Dalam gugatan pidana, ibu Surendrasinh, Muli Parmar, mengaku pasangan suami-istri tersebut sudah tidak tidur bersama selama 22 bulan. Menurutnya hal itu yang kemudian membuat anaknya merasa depresi lalu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
"Sekali saya pergi ke kamar anak saya dan melihat bahwa dia dan menantu saya tidur di kasur yang berbeda. Ketika saya bertanya kepada kepada anak saya mengenai hal ini, dia mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak memiliki hubungan karena Geeta telah bersumpah tidak akan tidur dengan suaminya," jelas Muli.
Menurut Muli hal itu yang kemudian membuat Geeta dan Surendasinh mulai sering bertengkar dan membuat hubungan pernikahannya semakin tidak harmonis. Geeta lalu memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya dan meninggalkan Surendasinh.
Karena kejadian itu, Surendasinh lalu memblokir nomor telepon istrinya tersebut. Namun nyatanya hal-hal itu justru membuat Surendasinh mengalami depresi.
Pada 27 Juli Surendasinh lalu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Saat itu seluruh keluarganya sedang pergi ke pemakaman dan ketika kembali sudah menemukan Surendasinh dalam keadaan tidak bernyawa.
2 Cara Mudah Menilai Masker Kain Efektif atau Tidak
Masker sering disebut bisa mencegah virus Corona COVID-19, karena itu masker kini jadi salah satu barang yang paling dibutuhkan di tengah pandemi.
Selain masker N95, masker bedah memang menjadi salah satu masker yang paling efektif daripada masker lainnya dalam melindungi diri dari percikan droplet seseorang yang terinfeksi Corona. Namun, penggunaan masker bedah tidak disarankan karena mengingat untuk menjaga ketersediaan bagi tenaga medis.
Oleh karena itu, kamu lebih disarankan menggunakan masker buatan sendiri atau masker kain. Namun, jika kamu ragu dengan efektivitas masker kain yang kamu punya. Maka ada dua cara mudah untuk mengujinya.
Dikutip dari laman Medical Xpress, dua cara ini bisa memberikan sedikit gambaran tentang seberapa efektif masker yang kamu miliki. Apa saja?
1. Uji filtrasi
Untuk menguji ketahanan udara pada masker kain kamu, ada cara mudah yakni dengan menggunakan lilin. Metode ini dipopulerkan oleh insinyur mekanik yang juga presenter TV di Amerika Serikat, Bill Nye.
Kamu bisa nyalakan lilin, kemudian kamu tiup apinya saat menggunakan masker. Jika api pada lilin mati, maka masker kamu jelas tidak mampu menghentikan penularan lewat udara.
Tapi ingat, cara ini hanya bisa memastikan efektivitas masker menangkal droplet dari arah depan. Jika masih ada celah di bagian sisi, maka droplet yang mengandung virus tetap masih bisa keluar-masuk.
2. Uji ketahanan air
Therapeutic Goods Administration (TGA) merekomendasikan untuk menggunakan masker yang tahan air. Hal ini untuk mencegah percikan droplet orang yang terinfeksi virus Corona ketika berbicara, batuk, dan bersin.
Cara pengujiannya kamu hanya perlu menguji masker dengan setetes air di permukaan luarnya. Jika air tersebut langsung terserap, maka masker kamu mungkin tidak efektif melindungi dari droplet yang terinfeksi. Tetapi jika tetesan air membentuk seperti manik-manik, berarti masker kamu kedap air dan lebih efektif untuk menghalangi percikan droplet.
Masker menjadi salah satu metode sederhana untuk membantu mengurangi penularan virus Corona COVID-19. Selain menjaga jarak fisik (physical distancing), dan mencuci tangan.
https://kamumovie28.com/the-tuxedo/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar