Jumat, 14 Agustus 2020

2 Cara Mudah Menilai Masker Kain Efektif atau Tidak

Masker sering disebut bisa mencegah virus Corona COVID-19, karena itu masker kini jadi salah satu barang yang paling dibutuhkan di tengah pandemi.
Selain masker N95, masker bedah memang menjadi salah satu masker yang paling efektif daripada masker lainnya dalam melindungi diri dari percikan droplet seseorang yang terinfeksi Corona. Namun, penggunaan masker bedah tidak disarankan karena mengingat untuk menjaga ketersediaan bagi tenaga medis.

Oleh karena itu, kamu lebih disarankan menggunakan masker buatan sendiri atau masker kain. Namun, jika kamu ragu dengan efektivitas masker kain yang kamu punya. Maka ada dua cara mudah untuk mengujinya.

Dikutip dari laman Medical Xpress, dua cara ini bisa memberikan sedikit gambaran tentang seberapa efektif masker yang kamu miliki. Apa saja?

1. Uji filtrasi
Untuk menguji ketahanan udara pada masker kain kamu, ada cara mudah yakni dengan menggunakan lilin. Metode ini dipopulerkan oleh insinyur mekanik yang juga presenter TV di Amerika Serikat, Bill Nye.

Kamu bisa nyalakan lilin, kemudian kamu tiup apinya saat menggunakan masker. Jika api pada lilin mati, maka masker kamu jelas tidak mampu menghentikan penularan lewat udara.

Tapi ingat, cara ini hanya bisa memastikan efektivitas masker menangkal droplet dari arah depan. Jika masih ada celah di bagian sisi, maka droplet yang mengandung virus tetap masih bisa keluar-masuk.

2. Uji ketahanan air
Therapeutic Goods Administration (TGA) merekomendasikan untuk menggunakan masker yang tahan air. Hal ini untuk mencegah percikan droplet orang yang terinfeksi virus Corona ketika berbicara, batuk, dan bersin.

Cara pengujiannya kamu hanya perlu menguji masker dengan setetes air di permukaan luarnya. Jika air tersebut langsung terserap, maka masker kamu mungkin tidak efektif melindungi dari droplet yang terinfeksi. Tetapi jika tetesan air membentuk seperti manik-manik, berarti masker kamu kedap air dan lebih efektif untuk menghalangi percikan droplet.

Masker menjadi salah satu metode sederhana untuk membantu mengurangi penularan virus Corona COVID-19. Selain menjaga jarak fisik (physical distancing), dan mencuci tangan.

Hits di Drama Korea, Psikolog Bagikan Tips Butterfly Hug

 Drama korea 'It's Okay to Not be Okay' yang diperankan Kim Soo Hyun dan Seo Yu Ji tengah booming. Salah satu hal yang menjadi sorotan dari drama tersebut adalah teknik 'butterfly hug'.
Teknik pelukan yang menenangkan ini muncul di episode kedua, ketika Moon Gang Tae (Kim Soo Hyun) mengajarkan metode ini kepada Ko Moon Young (Seo Ye Ji) yang saat itu sedang marah. Tujuan Moon Gang Tae sendiri ingin membuat Ko Moon Young menjadi lebih tenang dalam menghadapi emosinya.

Ternyata, teknik butterfly hug ini bukan rekaan. Menurut Veronica Adesla, psikolog klinis dari Personal Growth, metode 'butterfly hug' memang sudah ada sejak lama. Teknik ini digunakan untuk menenangkan trauma dan kecemasan dari para korban bencana badai Pauline di Meksiko.

Seiring perkembangannya, metode ini digunakan para psikolog klinis untuk menenangkan setiap orang saat emosi, seperti amarah, cemas, dan traumatik yang berlebihan.

Berikut teknik melakukan 'butterfly hug' menurut Veronica Adesla:

1. Silangkan kedua tangan
Posisi kedua tangan berada di depan dada sambil menyilang. Atur juga posisi jempol agar berada di atas tulang bagian pundak.

2. Tepuk pundak
Tepuk pundak dengan kedua tangan secara pelan sambil membayangkan hal yang membuatmu kesal. Dengan melakukan tapping atau tepukan, dapat memberikan rangsangan ketenangan dalam dirimu.

3. Atur pernapasan
Dalam posisi tetap menepuk pundak, tarik napas secara dalam, usahakan napas itu membuat perut mengembung, lalu keluarkan dengan pelan. Atur ritme masuk-keluarnya pernapasan secara konsisten sebanyak maksimum 8 kali selama satu menit.

4. Lakukan terus hingga perasaan dan pikiranmu membaik
Biasanya, durasi terbaik yang dibutuhkan untuk melakukan butterfly hug adalah 2-3 menit. Akan tetapi, Veronica tidak mematok target durasi tersebut. Ia menyarankan untuk melakukan butterfly hug hingga perasaan dan pikiranmu terasa baik.

"Kalau kamu sudah merasa better dan cukup saat melakukan butterfly hug, iya sudah boleh berhenti melakukannya," ujar Veronica saat dihubungi detikcom, Kamis (13/08/2020).

Tidak hanya itu, Veronica juga menyampaikan bahwa metode butterfly hug dapat ditambah dengan melakukan humming atau bersenandung. Bahkan bisa juga diiringi dengan lagu. Namun, hal ini hanya menjadi pilihan saja saat melakukan butterfly hug.
https://kamumovie28.com/good-model-2-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar