Rabu, 12 Agustus 2020

Tak Semua Orang Menikmati Seks di Pagi Hari, Ini Alasannya

 Seks di pagi hari diklaim banyak manfaatnya. Namun karena berbagai alasan, tidak semua orang menikmati sesi bercinta untuk mengawali harinya.
Pada umumnya, malas melakukan sesi bercinta di pagi hari selalu dikaitkan dengan kelelahan, kesibukan, atau sedang terburu-buru karena takut terlambat pergi ke kantor. Faktanya, tidak selalu demikian.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa pria lebih suka melakukan sesi bercinta di pagi hari karena ada peningkatan kadar testosteron, hormon seks yang mendongkrak libido. Hormon tersebut berkurang pada malam hari, sehingga saat bangun tidur pria merasa lebih bergairah.

Pada wanita, siklus hormonalnya berbeda. Tidak semua mengalami lonjakan hormon seks sehingga ada sebagian wanita yang kurang antusias menanggapi pasangannya.

Faktor lain adalah, wanita cenderung lebih memperhatikan penampilan saat ingin pergi ke kantor. Bercinta di pagi hari akan menyita waktu mereka untuk mempersiapkan pakaian dan sebagainya.

Terapis seks Sinclair Sexsmith dikutip dari Vice, mengatakan bahwa ritme rangsangan seseorang berbeda-beda. Pada kondisi tertentu Anda tidak merasakan rangsangan sama sekali untuk melakukan sesi bercinta di pagi hari, sedangkan pasangan Anda sedang mengalaminya.

"Setiap orang memiliki ritme yang berbeda dalam tubuh mereka, aliran keinginan yang berbeda, jenis gairah yang berbeda. Bagaimana orang bereaksi terhadap rangsangan ketika mereka bangun sangat bervariasi," jelas Sexsmith.

Mengenal 'Sputnik V', Vaksin Corona Pertama di Dunia Buatan Rusia

 Pemerintah Rusia baru saja menyetujui vaksin Corona untuk diberikan pada puluhan ribu orang meski belum sepenuhnya diuji keefektivitasannya.
Rusia menamai vaksin tersebut 'Sputnik V', mengacu pada satelit buatan pertama di dunia. Vaksin ini dikembangkan Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia.

"Pagi ini, untuk pertama kalinya di dunia, vaksin untuk melawan COVID-19 telah didaftarkan," ujarnya sebagaimana dilaporkan AFP.

Putin mengatakan vaksin itu bekerja cukup efektif dan "membentuk kekebalan yang stabil" terhadap COVID-19. Putin mengatakan bahwa salah satu putrinya telah menguji vaksin pada dirinya sendiri dan saat ini dalam kondisi baik.

Vaksin Rusia dibuat dari DNA adenovirus SARS-CoV-2. Vaksin ini menggunakan virus yang telah dilemahkan untuk mengirimkan sebagian kecil patogen dan menstimulasi respons imun.

Berbicara kepada Sputnik News, Alexander Gintsburg, direktur Pusat Penelitian Nasional Gamaleya, menyatakan bahwa partikel virus Corona dalam vaksin tidak dapat membahayakan tubuh karena tidak dapat berkembang biak.

Otoritas Rusia mengungkapkan pekerja medis, guru, dan masyarakat dari kelompok berisiko akan mendapatkan vaksinasi pertama.

Hanya saja banyak ilmuan yang skeptis terkait keputusan Rusia yang mendaftarkan vaksin karena belum masuk ke uji klinis ke- III. Mereka menganggap pemberian vaksin secara massal bisa menimbulkan risiko yang cukup buruk ke depannya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta Rusia memperhatikan tinjauan keamanan yang ketat pada vaksinnya. Pasalnya, Rusia baru melaporkan perkembangan fase I uji coba.

"Prakualifikasi vaksin apapun, mencakup tinjauan dan penilaian data keamanan dan kemanjuran diperlukan," kata Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic dikutip dari Reuters.

"Kami sudah menghubungi otoritas kesehatan Rusia dan diskusi sedang berlangsung." pungkasnya.
https://indomovie28.net/pandemic/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar