Setelah temulawak dan jahe merah yang dipercaya dapat menangkal virus corona COVID-19, baru baru ini daun sambiloto juga menjadi salah satu herbal yang dipercaya ampuh tangkal virus corona.
Rektor Universitas Airlangaga (UNAIR) Prof. Mohammad Nasih, mengatakan bahwa saripati daun sambiloto mampu menjadi referensi pencegahan masuknya virus Corona ke dalam tubuh saat jumpa pers dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Lembaga Penyakit Tropik (LPT), di kampus UNAIR, Surabaya.
Daun sambiloto sendiri sudah dikenal dapat mengobati beberapa penyakit seperti flu berat, radang tenggorokan dan malaria. Melansir dari Big Umbrella, berikut adalah beberapa manfaat lain dari daun sambiloto bagi kesehatan.
1. Menurunkan demam
Daun sambiloto mengandung antioksidan yang sangat tinggi sehingga mampu meningkatkan kekebelan tubuh atau imunitas kamu. Sambiloto sering digunakan untuk mengobati pilek dan flu. Selain itu, daun ini juga dapat mengurangi gejala pilek, seperti demam, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan.
2. Anti-parasit dan bakteri
Manfaat lain dari daun sambiloto adalah dapat menghilangkan cacing usus seperti cacing gelang, cacing pita, dan lainnya dari tubuh kita. Hal ini bisa mengontrol penyebaran parasit dan bakteri di dalam tubuh.
3. Mengatasi anemia
Daun ini dapat memproduksi sel darah dalam tubuh kita. Hal ini bermanfaat terutama bagi wanita yang sedang dalam masa menstruasi, dimana kehilangan banyak darah sehingga dengan mengosumsi daun ini akan membantu kalian selama masa tersebut.
4. Mencegah diabetes
Diabetes biasanya terjadi karena gaya hidup yang tidak tepat, kebiasaan makan yang tidak teratur, stres mental, serta kurangnya aktivitas fisik. Daun sambiloto membantu mengurangi kadar gula yang ada dalam darah dengan merangsang sel beta pankreas yang artinya dapat mencegah timbulnya penyakit diabetes.
5. Mengobati kanker
Daun sambiloto dapat bekerja sebagai obat pencegahan kanker dengan kandungan antioksidan yang tinggi.
Dokter: Riwayat Sakit Jantung Mendominasi Kematian akibat Virus Corona
Tercatat lebih dari 3.400 orang meninggal akibat virus corona COVID-19 di seluruh dunia, hampir 3.000 di antaranya berada di China. Dokter jantung mencatat, mayoritas memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah.
"Lebih tepatnya dari kasus COVID-19 yang meninggal, 80 persen usia 60 tahun ke atas dan 75 persen sudah memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah beserta stroke atau tumor," kata dr Vito A Damay, SpJP, dokter jantung dari RS Siloam Karawaci.
Dijelaskan, pasien dengan riwayat penyakit penyerta mengalami manivestasi yang lebih berat dari virus corona COVID-19. Termasuk di antaranya pasien dengan riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah, maupun stroke dan tumor.
Infeksi virus, menurut dr Vito memicu reaksi akut dari masalah jantung dan pembuluh darah. Ketika tubuh berusaha melawan infeksi di paru-paru, jantung dan pembuluh darah ikut kepayahan menyuplai darah ke seluruh tubuh.
"Kemungkinan meninggalnya juga lebih tinggi. Tentu dengan catatan seberapa parah riwayat gangguan jantungnya. Usia yang lebih tua juga berpengaruh," tambah dr Vito.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar