Dari 6 pasien virus corona COVID-19 di Indonesia, 5 punya keterkaitan dengan sebuah acara dansa. Bicara soal dansa, ternyata jenisnya ada macam-macam dan sebagian di antaranya bahkan termasuk cabang olahraga yang dikompetisikan.
Sebagai olahraga, dansa dinaungi oleh Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI). Dansa yang dikompetisikan antara lain adalah Latin Dance, meliputi cha cha, samba, rumba, paso doble, dan jive.
Salah seorang atlet dansa yang memperkuat Timnas Dance Sport Indonesia di ajang SEA Games 2019 lalu, Titanno Bayuseto Dahono, menjelaskan bahwa dansa sebenarnya sama seperti olahraga bela diri yang juga memadukan seni dan olahraga.
Dalam olahraga dansa, seorang atlet membutuhkan partnering skill bersama pasangan dansanya. Mereka juga dituntut untuk menjaga kecepatan, postur, dan timing yang presisi. Karenanya, kebugaran fisik dan mental harus selalu terjaga.
Kategori dansa lain yang juga populer menurut Titan adalah social dance. Walau lebih bersifat hiburan, social dance juga banyak dilakukan oleh dancer-dancer profesional.
"Mereka pun yang ikut social dance itu pun isinya guru-guru yang berkualitas, yang sudah ngajar secara internasional, yang sudah punya prestasi di luar negeri," jelas Titan.
Virus Corona COVID-19 Bisa Tulari 60 Persen Populasi Dunia
Seorang ilmuwan ternama mengatakan virus corona COVID-19 lebih menular dibanding SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Ia memperkirakan 60 persen penduduk dunia bisa tertular virus tersebut.
Prof Gabriel Leung dari Hong Kong University menyampaikan hal itu saat berbicara dalam program '60 Minutes' baru-baru ini. Ia adalah pakar epidemi virus corona yang memegang peran kunci saat terjadi wabah SARS pada 2002-2003.
"Ketidaktahuan besar saat ini adalah sebesar apa gunung esnya," katanya, dikutip dari news.com.au.
"Semua orang rentan. Jika kamu mengasumsikan setiap orang secara random bertemu satu sama lain, pada akhirnya kamu akan mendapati 40, 50, 60 persen populasi akan terinfeksi," jelasnya.
Dengan angka kematian saat ini, prediksi itu berarti akan ada 45-60 juga kematian di seluruh dunia. Saat ini, virus corona COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 107.000 orang di seluruh dunia dengan angka kematian sekitar 3,4 persen.
5 Titik Erotis yang Tak Kalah Sensitif Dibanding Klitoris
Saat bercinta, tentunya kamu ingin merasa pasanganmu benar-benar menikmati sesinya. Meski sulit, sebenarnya menyentuh wanita di beberapa titik erotis bisa membuat wanita lebih mudah terangsang.
Tak melulu payudara, bibir, atau klitoris untuk meningkatkan gairah pada wanita. Berikut titik-titik erotis yang tak kalah wajib disentuh saat bercinta dirangkum detikcom dari dari berbagai sumber:
1. Bagian belakang leher
Ada alasan mengapa kita merasa merinding di bagian leher hingga punggung, karena di area tersebut memiliki banyak ujung saraf. Bahkan sentuhan seksual yang lembut di area leher bisa membantu 'memanaskan' suasana. Hujani bagian tersebut dengan ciuman yang lembut bisa menambah sensasi geli yang menggairahkan baginya.
2. Paha bagian dalam
Sebelum mencapai penetrasi di area vagina, tak ada salahnya untuk memberikan rangsangan terlebih dahulu di area paha, khususnya paha bagian dalam.
Kulit di bagian tubuh ini sangat tipis dan sensitif, karena banyaknya ujung saraf. Oleh sebab itu rangsangan berupa sentuhan, belaian dan kecupan di area tersebut pun bisa menyenangkan bagi para wanita.
3. Rambut
Sentuhan dan belaian jari-jarimu melalui rambutnya pasti akan membuatnya merasa lebih bergairah. Selain itu, belaian lembut pada rambut dipercaya dapat membuat wanita lebih lepas dalam bercinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar