Panic buying imbas ancaman virus corona COVID-19 terjadi di mana-mana, termasuk di Syndey Australia. Toko-toko kehabisan stok barang sehari-hari, termasuk tisu.
Kondisi ini berdampak serius bagi Peter Exford, seorang pengidap Cystic Fibrosis. Ia mengidap kondisi langka yang membuat paru-parunya dipenuhi lendir pekat sehingga susah bernapas.
Untuk mengatasi kondisinya, ia mengonsumsi obat untuk mengencerkan lendir pernapasan. Efeknya, ia harus sering buang ingus dan dahak, dan karenanya ia sangat bergantung pada ketersediaan tisu.
Kelangkaan tisu akibat panik buying membuatnya sulit memenuhi kebutuhan tersebut. Sampai-sampai, ia memasang pengumuman di pintu apartemennya, mengetuk hati tetangganya untuk berbagai tisu, dan akan ditukarnya dengan segulung tisu toilet.
"Saya tidak bisa mendapatkan tisu di mana-mana di supermarket, saya mengidap cystic fibrosis dan membutuhkannya setiap hari," tulisnya, dalam foto yang diunggahnya juga di Twitter.
Sejak memasang pengumuman tersebut, ia banyak mendapat bantuan tak terduga. Seorang wanita disebutnya datang mengetuk pintu dan membawakan sebungkus tisu.
"Anaknya juga mengidap cystic fibrosis sehingga dia paham," tuturnya.
Mengenal Dansa dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Dari 6 pasien virus corona COVID-19 di Indonesia, 5 punya keterkaitan dengan sebuah acara dansa. Bicara soal dansa, ternyata jenisnya ada macam-macam dan sebagian di antaranya bahkan termasuk cabang olahraga yang dikompetisikan.
Sebagai olahraga, dansa dinaungi oleh Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI). Dansa yang dikompetisikan antara lain adalah Latin Dance, meliputi cha cha, samba, rumba, paso doble, dan jive.
Salah seorang atlet dansa yang memperkuat Timnas Dance Sport Indonesia di ajang SEA Games 2019 lalu, Titanno Bayuseto Dahono, menjelaskan bahwa dansa sebenarnya sama seperti olahraga bela diri yang juga memadukan seni dan olahraga.
Dalam olahraga dansa, seorang atlet membutuhkan partnering skill bersama pasangan dansanya. Mereka juga dituntut untuk menjaga kecepatan, postur, dan timing yang presisi. Karenanya, kebugaran fisik dan mental harus selalu terjaga.
Kategori dansa lain yang juga populer menurut Titan adalah social dance. Walau lebih bersifat hiburan, social dance juga banyak dilakukan oleh dancer-dancer profesional.
"Mereka pun yang ikut social dance itu pun isinya guru-guru yang berkualitas, yang sudah ngajar secara internasional, yang sudah punya prestasi di luar negeri," jelas Titan.
Virus Corona COVID-19 Bisa Tulari 60 Persen Populasi Dunia
Seorang ilmuwan ternama mengatakan virus corona COVID-19 lebih menular dibanding SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Ia memperkirakan 60 persen penduduk dunia bisa tertular virus tersebut.
Prof Gabriel Leung dari Hong Kong University menyampaikan hal itu saat berbicara dalam program '60 Minutes' baru-baru ini. Ia adalah pakar epidemi virus corona yang memegang peran kunci saat terjadi wabah SARS pada 2002-2003.
"Ketidaktahuan besar saat ini adalah sebesar apa gunung esnya," katanya, dikutip dari news.com.au.
"Semua orang rentan. Jika kamu mengasumsikan setiap orang secara random bertemu satu sama lain, pada akhirnya kamu akan mendapati 40, 50, 60 persen populasi akan terinfeksi," jelasnya.
Dengan angka kematian saat ini, prediksi itu berarti akan ada 45-60 juga kematian di seluruh dunia. Saat ini, virus corona COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 107.000 orang di seluruh dunia dengan angka kematian sekitar 3,4 persen.
https://cinemamovie28.com/cast/alex-livinalli/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar