Traveler yang penasaran dengan kehidupan gajah-gajah di Taman Nasional Way Kambas bisa langsung mampir ke sini. Seru banget bisa lebih dekat dengan mereka.
Dari Bakauheni, sekarang jangan masuk Tol, lewat lintas timur saja. Plus minus 2 jam akan sampai di Way Kambas. Ada apa di sana? Ada banyak Gajah, tapi banyak cerita lainnya ternyata.
Akhirnya bersama Adji Soegiatno Andi Dinata Suyoto Bimantoro Antonius Sulistya W Bayu Ramadhan Sulomo M Oktavina Damayanti Zainal Abidin Larry Siahaan Moh Solihin Rizki Swastantomo Bintang Liar dan om Anjar dan pak Haji Susila, setelah 4 jam terimbang ambing di Selat sunda bisa merapat di bakauheni jam 10-an malam
Melanjutkan sekitar 44 menit melipir ke Labuan Maringgai, ambil Udang Vaname dan ikan lainnya buat bebakaran. Setelah rehat sejenak lanjut ke Way Kambas sejaman lagi
Akhirnya sampai kita ke ttik kumpul bersama Guide kita, pak Palgunari. Walau sudah jam 1 malam rombongan ini tetap semangat.
Setelah di briefing akhirnya kita mulai perjalanan sekitar 12 km menuju penginapan di dalam Taman National Way Kambas. Ingat masuk ke sini harus didampingi karena kita jalan sekitar 9 km di hutan tanpa penduduk.
Sampailah di penginapan, langsung bertemu dan melihat Rusa Liar dan gajah-gajah terlatih yang sedang rehat.
Jam 6 pagi, kita sudah mulai beraktivitas untuk melihat gajah-gajah terlatih yang konon katanya sekarang berjumlah 62 ekor. Setiap ekor gajah dihandle oleh 1 pawang.
Baru tahu kalau gajah bisa berumur sampai dengan 60 tahunan. Gajah bereproduksi umur 20 tahunan, dan mengandung selama 24 bulan.
Mulai lah dengan aktivitas lari pagi, foto ala takut-takut, foto bersama gajah terlatih sambil bermain (nama gajahnya Rahmi), menunggang gajah, mandiin gajah (ini cuma satu orang aja yang berani dan nama gajahnya Aris), serta main sama bayi-bayi gajah (nunik namanya).
Lanjut foto-foto pakai seragam di savana, dimana masih banyak satwa liar. Jam 10-an pagi, finish trip kita. Kita lanjut balik ke Jakarta via Bandar Lampung untuk nyicip durian, pempek, otak-otak dan bakso.
Akhirnya jam 2 malam semua personel telah tiba di rumah masing-masing.
Seru! Adu Cepat River Tubing di Wonosobo
Libur akhir pekan di Wonosobo dimanfaatkan 135 wisatawan untuk bermain River Tubing di Sungai Kaliputih. Mereka bahkan berlomba adu cepat ke garis finish.
Jika biasanya hanya tubing biasa, kali ini wisatawan adu cepat menyusuri sungai sejauh 3 kilometer. Dengan menggunakan ban dalam, wisatawan dibagi tiga orang per tim. Mereka diminta untuk mengumpulkan bendara yang sudah dipasang di beberapa titik.
Dengan banyaknya jeram, menambah keseruan lomba tubing di Sungai Kaliputih tersebut. Muhammad Sholeh, salah satu peserta lomba tubing ini mengaku tertantang untuk menyusuri Sungai Kaliputih dengan cepat.
Meskipun, ia mengaku di tengah jalan terganggu dengan jeram dan bebatuan yang ada di sungai.
"Ini kan bukan tubing biasa jadi lebih seru. Apalagi kita harus kerjasama dengan teman satu tim, ini sekaligus menguji kekompakan," tuturnya, Minggu (7/4/2019).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo One Andang Wardoyo mengatakan, lomba tubing ini diikuti 135 peserta dari berbagai kota. Ia berharap, nantinya bisa menjadi cikal bakal olahraga tubing.
"Pesertanya ada yang dari Jepara, Cilacap, Banjarnegara dan Wonosobo. Jadi para peserta diadu kecepatan, ketangkasan dan kekompakannya," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar