Pada 6 April silam, sebuah video penangkapan Profesor dari Harvard University Dr Charles Lieber ramai dibicarakan. Video dari laporan berita WCVB tersebut kemudian disebar di media sosial dan dilengkapi dengan keterangan pengunggahnya yakni 'pembuat virus corona ditangkap'.
Dalam video itu dijelaskan bahwa ilmuwan itu ditangkap karena memiliki afiliasi dengan China. Tapi apakah benar Lieber ditangkap karena menjadi biang kerok pandemi Corona?
Faktanya tidak, Lieber ditangkap karena berbohong mengenai keterlibatannya dengan China's Thousand Talents Plan dan Wuhan University of Technology. Dia juga tidak mengungkapkan soal gelontoran dana jutaan dolar dari pemerintah China untuk penelitian pihak asing.
Lebih lanjut, dari banyaknya pemberitaan, tidak ada yang menyebut mengenai virus Corona terkait kasus penangkapan Dr Lieber. Sehingga bisa disimpulkan berita tersebut adalah salah, sebagaimana ditulis Rappler.
Sebelumnya, sejumlah ilmuwan sepakat bahwa SARS-CoV-2 tidaklah sebuah virus yang diciptakan di laboraturium. Penelitian ini kemudian dijelaskan dalam jurnal 'The proximal origin of SARS-CoV-2'.
"Analisis kami dengan jelas menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 bukan merupakan hasil ciptaan di laboratorium atau virus yang dimanipulasi secara sengaja," kata penulis.
Kabar Baik! 25 Calon Obat Virus Corona Lagi Disiapkan
Para dokter dan ilmuwan terus berpacu dengan waktu menyiapkan vaksin atau obat virus Corona. Ada belasan calon obat dari seluruh dunia, semoga cepat selesai.
Hal ini dihimpun Clinical Trials Arena. Ini adalah website pemberitaan khusus untuk proses riset dan pengembangan obat yang berbasis di London, Inggris.
Mereka menghimpun data aneka belasan calon obat dan vaksin untuk COVID-19 yang sedang dikembangkan. Diharapkan, pada akhir April uji klinis untuk calon vaksin ini sudah bisa dilakukan.
Seperti dilihat detikInet, Selasa (14/4/2020) inilah daftar calon obat dan vaksin COVID-19:
1. Chloroquine
Chloroquin atau Kloroquin adalah obat malaria yang sekarang dipakai juga untuk melawan virus corona. Food and Drug Administration (FDA) Amerika sudah mengizinkan penggunaan darurat kloroquin untuk mengobati COVID-19.
2. Favilavir
National Medical Products Administration di China sudah mengizinkan penggunaan Favilavir untuk mengobati virus Corona. Sudah ada uji klinik dengan 70 pasien di Shenzen, China dan menunjukkan efek positif.
3. Vaksin Fusogenix DNA
Entos Pharmaceuticals sedang mengembangkan vaksin Fusogenix DNA. Entos sedang mengembangkan protein yang diambil dari SARS-CoV-2 untuk menstimulasi imunitas tubuh untuk mencegah infeksi COVID-19.
4. ChAdOx1 nCoV-19
Universitas Oxford mengembangkan vaksin ChAdOx1 nCoV-19 lewat lembaga Jenner Institute yang dimilikinya. Uji klinik akan dilakukan di wilayah Thames Valley dengan 510 relawan.
5. Gimsilumab
Roivant Sciences mengembangkan obat antibodi Gimsilumab. Obat ini diharapkan mengurangi kerusakan paru-paru dan tingkat kematian pada pasien COVID-19.
6. AdCOVID
Altimmune berkolaborasi dengan University of Alabama at Birmingham (UAB) mengembangkan vaksin AdCOVID yang dimasukan lewat hidung. Uji coba pada hewan ditargetkan kuartal ketiga 2020.
7. TJM2
I-Mab Biopharma mengembangkan antibodi TJM2, untuk mengatasi badai cytokine pada pasien virus Corona. Pengembangan obat akan dilanjutkan usai dapat perizinan dari FDA Amerika.
8. Vaksin Coronavirus Medicago
Medicago mengembangkan antibodi melawan COVID-19. Mereka berkolaborasi dengan Infectious Disease Research Centre dari Laval University dan didanai Canadian Institutes for Health Research (CIHR).
9. AT-100
Airway Therapeutics mengembangkan protein AT-100 (rhSP-D) untuk mengobati virus Corona. Obat ini akan dievaluasi Respiratory Diseases Branch of the National Institutes of Health. AT-100 dilaporkan mengurangi infeksi paru-paru dengan menghasilkan imunitas terhadap penyakit pernafasan.
10. TZLS-501
Tiziana Life Sciences mengembangkan antibodi TZLS-501 untuk obat COVID-19. Obat ini mencegah kerusakan paru-paru. Belum diketahui kabar terkininya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar